Berperan Sebagai Khalida, Ayushita Ingin Buktikan Kebhinekaan

0
591
Pemeran Khalida di film Bid'ah Cinta, Ayushita. (foto:hun)
Pemeran Khalida di film Bid’ah Cinta, Ayushita. (foto:hun)

HAJIUMRAHNEWS – Berperan sebagai Khalida di film Bid’ah Cinta merupakan suatu pengalaman yang terbilang jarang dijalani oleh Ayushita Nugraha.

Ayu mengaku gugup saat pertama kali diminta oleh sang sutradara Nurman Hakim untuk memerankan karakter tersebut, mengingat film ini mengisahkan persoalan mengenai perbedaan pandangan Agama, yang juga secara faktual tengah menjadi isu yang mengemuka di tengah kehidupan beragama di Indonesia.

“Saat pertama diminta, saya sangat gugup, karena kisah yang diangkat di film ini cukup kontroversial dan segala macamnya,” ungkap Ayu saat menghadiri Nobar dan Diskusi Film Bid’ah Cinta di bilangan Kuningan, Jakarta, pada Rabu (22/3).

Wanita kelahiran Juni 1998 itu juga mengatakan bahwa sejak terbitnya film ini, dirinya mendapatkan beberapa kesan negatif dari masyarakat.

“Ya sebagian ada yang mengatakan ‘kok cara berkerudungnya seperti itu, mau bikin fitnah ya?’ yah saya katakan ini lebih baik daripada tidak berkerudung sama sekali ,” terangnya.

Ayu kemudian menjelaskan, meskipun gugup, dirinya tetap menerima peran Khalida. Ia memiliki keinginan untuk membuktikan bahwa Indonesia bisa seperti dulu, sebagai bangsa yang sadar akan prinsip kehidupannya, yaitu bhineka tunggal ika (berbeda-beda namun tetap satu kesatuan).

“Saya ambil peran ini, setidaknya dengan peran ini saya dapat memberikan sedikit bukti bahwa saya punya keinginan untuk mengembalikan Indonesia seperti dulu, sebagai bangsa yang menyadari bhineka tunggal ika,” tegasnya.

Ayu juga menghimbau kepada para penikmat film Bid’ah Cinta, khususnya para pemuda untuk mengingatkan orang-orang yang telah lupa arah prinsip hidup bersama.

“Saya mendukung penuh kebinekaan, dan mengharapkan kita semua, khususnya pemuda dapat saling mengingatkan tentang kebhinekaan. Juga mengingat kembali nilai-nilai yang sejak kecil kita daptkan dari pelajaran PPKN soal tenggang rasa, saling menghormati dan sebagainya,” paparnya. (dar)

 

LEAVE A REPLY