Indonesia-Arab Saudi Siap Perangi Terorisme

0
363
Khadimul Haramain, Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud bersama Ketua DPR RI Setya Novanto saat berada di Gedung DPR RI. (foto:ist)
Khadimul Haramain, Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud bersama Ketua DPR RI Setya Novanto saat berada di Gedung DPR RI. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo mengatakan salah satu kesepakatan antara pemerintah Arab Saudi  dan Indonesia adalah kesepakatan untuk memerangi terorisme. Hal itu  ia katakana sehubungan dengan pidato Raja Salman di Gedung DPR pada Kamis (2/3) yang menekankan bahwa Arab Saudi lebih mengembangkan praktik Islam yang lebih moderat.

Politikus Partai Golkar ini menilai kerjasama Indonesia-Arab Saudi dalam memberantas akar radikalisme dan terorisme sudah berlangsung sejak lama. Penguatan unit-unit anti-teror seperti Densus 88 Mabes Polri sudah menjadi bagian dari kesepakatan dua negara.

“Kebutuhan itu tercermin pada pilihan kerja sama Polri dengan Kepolisian Kerajaan Arab Saudi yang sepakat memerangi terorisme dan radikalisme. Dengan kesepakatan ini, Arab Saudi secara tidak langsung mengingatkan Indonesia tentang betapa seriusnya ancaman terorisme masa kini,” kata Bambang, di Jakarta, Senin (6/3/2017).

Bambang menyatakan kerja sama Arab-Indonesia  terkait terorisme diyakini sebagai kehendak dan keinginan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud sendiri. Sehingga penandatanganan kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian dan Kepala Kepolisian Kerajaan Arab Saudi, Usman al Mughrij di Istana Bogor, Rabu (1/3/).

“Sebelum kesepakatan itu ditandatangani, Raja Salman juga telah mengutus Usman al Mughrij, menemui Jenderal Tito di Jakarta pada Selasa, 28 Februari 2017. Keduanya membahas strategi menangkal potensi ancaman terorisme,” tutur Bambang.

Bambang juga menerangkan bahwa pertemuan Usman al-Mughrij dengan Kapolri Tito Karnavian menghasilkan kesepakatan dalam memerangi kejahatan lintas agama dan Negara. Menurut Bamsoet, sapaan akrabnya,  terdapat belasan poin kesepakatan terkait penaganan terorisme ini.

“Tetapi prioritasnya adalah merespons terorisme masa kini. Seperti dikemukakan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Mohammad Abdullah Alshuaibi, yang terpenting adalah kesepakatan memerangi ISIS. Karena itu, Polri dan Kepolisian Kerajaan Arab Saudi merumuskan strategi memerangi terorisme dan pendanaannya,” pungkasnya.

Adanya kesepakatan antara pihak kepolisian dari dua Negara menurut Bamsoet mencerminkan kepercayaan dan pengakauan Arab Saudi terhadap kompetensi dan kapabilitas yang dimiliki Polri dalam memerangi terorisme.  “Ketika berpidato di DPR pun Raja Salman menekankan pentingnya kerjasama menghadapi terorisme,” terangnya. (Jab)

 

LEAVE A REPLY