Datang Bersama Raja, SAGIA Kerjasamakan 4 Sektor Ini

0
534
Saudi Arabian General Investment Authority (SAGIA) saat memaparkan presentasi kerjasama bilateral Indonesia-Saudi (foto: duan/hun)
 Saudi Arabian General Investment Authority (SAGIA) saat memaparkan presentasi kerjasama bilateral Indonesia-Saudi (foto: duan/hun)
Saudi Arabian General Investment Authority (SAGIA) saat memaparkan presentasi kerjasama bilateral Indonesia-Saudi (foto: duan/hun)

HAJIUMRAHNEWS – Salah satu tujuan para pebisnis Arab Saudi yang datang mengiringi Raja Salman bin Abdul Aziz ke Indonesia adalah untuk menyasar investasi dengan pihak swasta di negeri ini, di antara mereka adalah Saudi Arabian General Investment Authority (SAGIA).

“Kami para pebisnis sangat tertarik untuk melakukan investasi di Indonesia karena situasi sekarang sangat terkondisikan,” tutur Direktur Ekesekutif di bidang Pengembangan Investasi Saudi Arabian General Investment Authority (SAGIA) Faisal Bafarat usai Acara Bussiness Forum Indonesia-Saudi Arabia yang diadakan di Grand Hyatt Hotel, Kamis (2/3).

Faisal menambahkan bahwa Arab Saudi sangat tertarik untuk berinvestasi dalam 4 sektor utama, antara lain dalam bidang pariwisata, yang mencakup di dalamnya fasilitas haji dan umrah, pembangunan infrastruktur, layanan keuangan, dan pembiayaan industri dan transportasi.

“Kita (Indonesia-Saudi) akan melakukan kerjasama dalam 4 sektor, pertama adalah dalam bidang pariwisata sekaligus di dalamnya haji dan umrah, sektor kedua adalah pembangunan housing dan infrastruktur, layanan keuangan, dan pembiayaan industri dan transportasi,” jelasnya.

Ketika ditanya berapa investasi yang ditargetkan dari Indonesia, Faisal belum mau menyebutkan nominal spesifik, namun ia menyatakan bahwa untuk kedatangan kali ini, Arab Saudi sangat tertarik untuk mengembangkan sektor kerjasamanya, tidak hanya berkutat seputar minyak dan gas.

“Kami tidak hanya bergantung pada satu komoditi saja untuk memotori kerjasama ekonomi dengan Indonesia, tapi karena ada sektor lain yang cukup potensial untuk diinvestasikan ke depannya. Inilah esensi pertemuan hari ini. Dalam hal ini Kami tidak hanya ingin membuat kerjasama ekonomi yang baik di sektor peminyakan dan gas,” tambahnya lagi kepada awak media sembari menegaskan bahwa hubungan kerjasama bilateral kedua negara ini sangat layak untuk dilanjutkan.

Menurutnya kunci utama yang kami dapat dari pidato Menteri Perdagangan Indonesia saat membuka acara Bussiness Forum tersebut yakni bagaimana Arab Saudi mengambil langkah keluar selain pada sektor-sektor profesional.

Di akhir ia sangat menyayangkan telatnya investasi yang dikerjasamakan antar kedua negara tersebut. Namun demikian ia tidak berputus asa akan adanya nasib baik ekonomi antar kedua negara tersebut ke depannya.

“Kita terlambat melakukan kerjasama ini. Harusnya Kita sudah berinvestasi dari beberapa tahun lalu. Tapi ya sudahlah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” harapnya. (Zaq)