Pusat Studi Akhlak: Bangun Akhlak Mulia, Menuju Kemandirian Bangsa

0
442
Pembina Pusat Studi Akhlak, Ustadz Andian Parlindungan, bersama jamaah majelis taklim beberapa waktu lalu. (foto:PSA)
Pembina Pusat Studi Akhlak, Ustadz Andian Parlindungan, bersama jamaah majelis taklim beberapa waktu lalu. (foto:PSA)

HAJIUMEAHNEWS – Perubahan dan perbaikan bangsa berawal dari perubahan akhlak. Pasalnya, jika kesadaran sudah muncul, maka sikap dan perilaku individu yang lebih baik akan terbentuk. Tanpa adanya paksaan dan tekanan dari pihak manapun. Dan pada akhirnya, sikap dan perilaku yang baik itu akan menghantarkan pada kebahagiaan dan kemuliaan.

Setidaknya itulah misi utama yang diusung oleh Pusat Studi Akhlak (PSA), sebuah majelis taklim lintas profesi yang didedikasikan untuk ummat dalam membangun bangsa yang lebih mandiri. Pembinaan dan pembenahan akhlak umat menjadi konsen majelis taklim PSA yang digawangi para pakar bidang agama, khususnya akhlak dan kejiwaan ini.

Menurut pendiri Majelis Taklim PSA, Ustadz Andian Parlindungan, majelis ini hadir berawal dari keprihatinan kondisi masyarakat yang jauh dari nilai-nilai Islam. Termasuk adanya anggapan yang diyakini umat bahwa ibadah hanya dipahami sebagai hubungan ritual seorang hamba dengan Tuhannya saja. Padahal, kata Ustadz Andian, ibadah juga merupakan proses pembelajaran dalam hidup dan sarana untuk pembentukan karakter dan kepribadian muslim sejati.

“Kehadiran majelis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kehidupan beragama dan bersosialisasi kaum muslim, sehingga keberadaan umat Islam benar-benar dapat menjadi rahmatan lil ’alamin,” ujar Ustadz Andian selaku pendiri sekaligus pengasuh dari majelis taklim PSA beberapa waktu lalu.

Majelis taklim yang menempati ruangan di Plaza Kertamukti Blok G lantai 3 di bilangan Ciputat Tangerang Selatan ini rutin menggelar kajian setiap hari Selasa dan Kamis pagi yang terbuka untuk umum. Selain Ustadz Andian selaku pendiri, majelis ini juga kerap mendatangkan para pakar di bidangnya masing-masing seperti KH Said Agil Al-Munawwar, Rifat Syauqi, Ahmad Luthfi Fathullah dan masih banyak lagi.

“Untuk mengikuti kajian yang menempati temapat layaknya ruang kuliah ini, jamaah tidak dipungut biaya,” kata ustadz yang kerap mengisi beberapa majelis taklim di perkantoran dan perumahan elit ini.

Selain menggelar kegiatan kajian rutin, Majelis Taklim PSA juga memiliki program kegiatan lainnya seperti kajian dan penelitian akhlak, pengembangan dakwah dan pembinaan umat, pendidikan dan pelatihan jiwa (Riyadhah an-Nafs).

Program lainya yang kini tengah dikembangkan oleh Majelis Taklim PSA diantaranya pengembangan ekonomi umat, pembinaan muallaf, penulisan dan penerbitan, dan pelatihan kemandirian bagi remaja, persiapan pernikahan dan parenting.

“Jadi, kami yang biasa bersama umat, membimbing umat itu meyakini bahwa perubahan dan perbaikan bangsa itu berawal dari perubahan akhlak,” imbuh Andian. (hai)

LEAVE A REPLY