Istri Gubernur Lepas Jamaah Umrah Alumni SMA 7 Bandung

0
1136
Direktur Gaido Travel, Nana Sujana saat memberikan plakat kepada Istri Gubernur Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan. (foto:duan)
Direktur Gaido Travel, Nana Sujana saat memberikan plakat kepada Istri Gubernur Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan. (foto:duan)

HAJIUMRAHNEWS-PT Gaido Travel & Tours (Gaido Travel), bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 14 melaksanakan pelepasan jamaah umrah alumni SMA 7 Bandung angkatan 75 di Masjid Al-Muttaqien, Gedung Sate pada Sabtu (25/2) tengah malam.

Pelepasan jamaah alumni 775 (sebutan untuk alumni SMA Bandung angkatan 75) ini  terbilang sangat istimewa. Pasalnya, selain bertepatan dengan hari jadi Gaido Travel yang ke-14, acara ini turut dihadiri oleh Istri Gubernur Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan. Inilah pelepasan jamaah yang pertama kali diselenggarakan di Masjid milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kehadiran Istri Gubernur tersebut adalah dalam rangka menggantikan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang berhalangan hadir untuk turut melepas keberangkatan jamaah 775 dikarenakan harus fokus untuk menghadapi ujian disertasi doktoralnya.

Dalam sambutan pelepasannya, Netty pertama-tama meminta maaf sekaligus menyampaikan salam hormat dari Gubernur yang tidak bisa menghadiri acara pelepasan jamaah alumni 775 sesuai yang dijanjikan.  Ia juga mengaku dirinya sangat mengapresiasi, khususnya kepada Ketua Panitia Reuni, Yoga Santosa atas inisiatif untuk mengadakan reuni di tanah suci.

“Pada kesempatan yang berharga kali ini ijinkan saya menyampaikan salam hormat dari kang Aher sekaligus permohonan maaf atas sedianya beliau akan melepas secara langsung untuk Pak Yoga dan jamaah 775 ini. Tentu saja saya juga ingin menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada pak Yoga yang sudah mempelopori sudah mengompori teman-teman untuk bereuni di tanah suci tentu ini adalah sebuah pilihan reuni yang sangat tepat, sangat unik dan istimewa,” tutur Netty.

Selanjutnya Netty menghimbau agar para jamaah bisa memaknai sebaik-baiknya perjalanan umrah ini dan meniatkan semuanya hanya karena Allah bukan karena yang lain.

“Niatkan dan maknai perjalanan kita yang mengorbankan banyak hal ini karena Allah. Maknai perjalanan kita ini hanya semata-mata ingin melaksanakan ibadah umrah, membesarkan nama Allah, menyucikan diri, menginstrospeski diri dan mempersiapkan diri untuk kedepan, itu yang harus kita maknai. Bahwa keberangkatan kita bukan hanya sekedar tren hari ini,” ujar Netty.

Netty berpesan agar para jamaah sebelum melaksanakan ibadah umrah hendaknya punya dasar pengetahuan terlebih dahulu tentang tata cara pelaksanaan serta larangan-larangan saat melaksanakan umrah agar ibadah umrah yang dilakukan menjadi tidak sia-sia.

“Jadi yang pertama kita berangkat kesana harus dengan pengetahuan. Karena tanpa adanya pengetahuan boleh jadi apa yang kita lakukan ini sia sia akhirnya jatuhnya malah menyekutukan Allah, Syirik. Kita harus punya  pengetahuan dan wawasan tentang apa yang harus dilakukan, apa yang tidak boleh atau apa yg sebenarnya biasa dilakukan oleh orang tapi ternyata itu perbuatan yang salah itu harus kita faham,” jelas Netty.

Terakhir, Netty mengucapkan selamat jalan dan melepas jemaah alumni 775 serta mendoakan keberkahan dan kesehatan para jemaah hingga bisa pulang lagi ke tanah air dengan sehat wal afiyat.

“Dan akhirnya saya mengucapkan selamat jalan, fii amanillah, mudah-mudahan Allah berikan perlindungan, Allah berikan kelancaran, kemudahan, keberkahan, keridhaan atas setiap langkah yang kita lakukan sehingga umrah yang kita lakukan adalah umrah yang mabrur,” terang Netty.

Acara pelepasan ini ditutup dengan lantunan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Deden Ghazali yang juga menjadi pembimbing jamaah di tanah suci. (Jab)

 

LEAVE A REPLY