Indonesia Tampil di Festival Kebudayaan Bangsa-Bangsa 2017 di Qassim University

0
698

Universitas Qassim

HAJIUMRAHNEWS –┬áPekan kedua semester genap di Qassim University disambut dengan perhelatan Festival Kebudayaan Bangsa-bangsa ke-3 atau dalam bahasa Arab dinamai┬áMaharajan Turats As-Syu’ub. Perhelatan tahunan ini diikuti oleh mahasiswa dari 18 negara. ┬áSalah satunya mahasiswa asal Indonesia yang memperkenalkan kekayaan budaya dan alam Nusantara.

Sebagaimana yang ditulis dalam keterangan resmi Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Arab Saudi, pada festival kali ini, stan Indonesia dibagi dalam dua bagian, yakni kelompok makanan khas, dan kerajinan serta pakaian adat. Di bagian depan terdapat layar LCD yang menayangkan alam Indonesia serta budayanya.

Pada stan Indonesia, dekorasi rumah adat Tongkonan khas Toraja menjadi ikon paling menonjol. Begitu pula pada dinding-dinding bagian dalam dihias dengan foto-foto alam dan budaya yang dibingkai dengan apik. Sementara sejumlah koleksi barang kerajinan dipajang dan dihias di lemari.

Kegiatan yang digelar pada tanggal 14-16 Februari 2017 ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan-penampilan. Mahasiswa Indonesia sempat memukau para hadirin dengan penampilan pencak silatnya. Ada juga beberapa lomba di antaranya: lomba balap bakiak, bapal karung, lomba lari kelereng khas acara 17-an, yang semuanya diikuti oleh peserta dari berbagai negara dan bangsa.

Permainan lain yang ditampilkan mahasiswa Indonesia adalah permainan egrang, di mana ketika lewat di depan stan Indonesia para pengunjung antusias untuk memainkannya, ada yang hanya sekedar coba-coba dan ada yang serius mempelajarinya hingga pandai dua atau tiga langkah.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh pada festival ini juga ikut berpartisipasi dalam bentuk sumbangan beberapa merchandise, tabloid khusus tentang wisata Indonesia dan pinjaman beberapa pakaian adat nusantara.

Kontingen Indonesia dalam festival kali ini disokong oleh Indofood cabang Qassim. Penganan khas seperti pisang hijau, jagung marning, kacang telor hingga martabak manis yang dipanggang di tempat sehingga masih hangat untuk dicicipi.

Pada tahun lalu mahasiswa Indonesia menempati juara ke dua dalam festival budaya ini. “Harapan kami tahun ini hanyalah untuk membuka mata dunia bahwa Indonesia dengan keanekaragaman budaya, suku dan agamanya tetap hidup rukun dalam bingkai toleransi dan kebersamaan antar penduduknya, pun kalau bisa juara satu merupakan hadiah tambahan,” ujar Ketua Panitia Stan Indonesia Arif Ahmadi Yusuf.

Keikutsertaan stan Indonesia dalam kegiatan ini sepenuhnya dikoordinir oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Qassim University. Jumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di kampus ini telah mencapai 49 orang dari jenjang sarjana dan magister. (Nis)

sumber: Liputan Qassim