Profesor Bedah dari Al-Azhar Kunjungi Tazakka

0
504
Kunjungan Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Rusydi As-Sayyid Jabar Al-Hasani berkunjung ke Tazakka, Selasa (24/1).
Kunjungan Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Rusydi As-Sayyid Jabar Al-Hasani berkunjung ke Tazakka, Selasa (24/1).

HAJIUMRAHNEWS – Salah seorang ulama terkemuka dari Al-Azhar University Kairo, Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Rusydi As-Sayyid Jabar Al-Hasani  berkunjung ke Tazakka, pada Selasa (24/1). Kunjungannya dalam rangka memberikan tausiyah di hadapan seluruh santri dan masyarakat di Masjid Az-Zaky, Tazakka.

Setibanya di Tazakka, ulama ahli hadis peraih gelar doktor dari Cairo University di bidang bedah umum dan bedah vaskular pada tahun 1991 itu disambut hangat oleh Pimpinan Pondok dan Ketua Yayasan.

Di hadapan seluruh hadirin, Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Kyai Anang Rikza Masyhadi, menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan Syaikh Yusri. “Alhamdulillah, kita bersyukur pondok kita ini kembali dikunjungi ulama besar dunia, beliau ini guru saya dan murid-muridnya di Indonesia banyak sekali, dan beliau ini nasabnya nyambung hingga ke Sayyidina Hasan, cucu Rasulullah, jadi beliau ini termasuk ahlul bait, mudah-mudah kunjungan beliau semakin menambah keberkahan untuk pondok kita ini” ujarnya.

Kepada para santri, Kyai Anang juga mengenalkan sosok gurunya itu. Menururnya, Syaikh Yusri bukan saja seorang ulama Hadis dan mursyid Thariqat Al-Yusriyah As-Sadziliyyah, namun beliau juga seorang dokter bedah dan menjadi profesor di bidang itu sejak 2004. Sejak 1992, Syaikh Yusri sudah menjadi anggota Persatuan Dokter Bedah Internasional.

“Saya kalau melihat beliau, seolah seperti melihat kembali sosok ulama-ulama terdahulu seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun, Imam Ghazali, Al-Khawarizmi, Ibnu Hayyan dan lain-lain, mereka-mereka adalah ahli-ahli sains tapi juga ahli di bidang tafsir, hadis, fiqh dan tasawuf,” terangnya.

Dalam tausiyahnya, Syaikh Yusri mengapresiasi penamaan pondok dengan nama “Tazakka”. Menurutnya, selain nama tersebut diambil dari ayat Al-Quran, makna yang terkandung sangatlah luas.

“Tazakka adalah sebuah proses tazkiyah, yaitu proses penyucian diri bagi siapa saja yang ingin mendekati Allah dan Rasul-Nya, dan inilah inti ajaran Islam” tegasnya.

“Barangsiapa yang dekat dengan Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan selamat dunia dan akhirat, dan inilah puncak pengharapan kita sebagai muslim,” lanjutnya.

Syaikh Yusri menjelaskan bahwa orang yang jauh dari Allah dan Rasul-Nya, pasti terasa ringan baginya untuk berbuat maksiat atau sesuatu yang menyimpang dari ajaran. Karena, hakekatnya orang demikian itu adalah orang-orang yang lupa dirinya sendiri bahwa ia selalu diawasi oleh Allah dan Rasul-Nya.

“Itulah sebabnya kita dianjurkan memperbanyak dzikir supaya selalu ingat pada Allah, dan memperbanyak shalawat supaya selalu ingat pada Rasul. Sehingga pikiran dan hati kita selalu dipenuhi oleh pikiran kepada Allah dan Rasul-Nya, sehingga tidak ada kesempatan untuk berpaling sedikitpun dari keduanya, sehingga semua pekerjaan kita bernilai ibadah,” papar Syaikh Yusri.

Selanjutnya, Syaikh Yusri mewasiatkan kepada para santri agar melestarikan dzikir pagi dan petang. “Setiap habis Subuh hingga sebelum Dzuhur, dan setelah Maghrib hingga sebelum tidur, carilah waktu di sela-sela itu untuk berdzikir,” pesannya.

Kemudian beliau mengajarkan tiga dzikir, yaitu istighfar, shalawat dan tahlil masing-masing 100 kali untuk tiap pagi dan petang.

Selain ke Tazakka, lawatan beliau selama kurang lebih 10 hari di Indonesia dimanfaatkan untuk mengunjungi murid-muridnya dan juga pesantren-pesantren di Indonesia. Menurut Wakil Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Anizar Masyhadi , agenda Syaikh Yusri padat. “Yang saya tahu diantaranya ke PP Bumi Sholawat Surabaya, Yayasan Ar-Raudhah Malang, PP Amanatul Umah Pacet Mojokerto, PP Bahrul Ulum Tambak Beras, PP Al-Anwar, Sarang, silaturahim ke Habib Lutfi, PP Al-Hikmah Brebes, PP Abu Manshur Cirebon, PP Zawiyah Ar-Raudhah Tebet Jakarta, PP Darul Hadis, Tangerang Selatan dan lain-lain” terangnya.

Anizar menambahkan saat ini selain masih praktek bedah di klinik pribadinya dan beberapa rumah sakit di Kairo, dan menjadi profesor bedah di Cairo University, Syaikh Yusri masih istiqomah mengajar di Masjid Al-Azhar dan masjid-masjid binaanya di kota Kairo.

“Salah satu majelisnya adalah mengajarkan kitab Hadis ‘Kutubus Sittah’, yaitu kitab-kitab Hadis yang enam kalimat per kalimat hingga khatam, muridnya banyak dari berbagai negara, dan konon merupakan satu dari sedikit sekali majelis ‘Kutubus Sittah’ yang bersanad yang ada di dunia ini,” pungkasnya. (Arm)

LEAVE A REPLY