Menag : Pemerintah Belum Mau Jadi Operator Umrah

0
252

lukman-hakim-syaifuddin

HAJIUMRAHNEWS – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa belum ada keinginan dari Pemerintah khususnya Kementerian Agama (Kemenag) untuk menjadi operator umrah. Hal ini ditegaskan Menag saat mempresentasikan perkembangan perjalanan ibadah umrah tahun 2016 di Jakarta.

Lukman juga menyampaikan bahwa sampai hari ini, pemerintah belum memiliki keinginan untuk menjadi operator Umrah dan masih fokus pada Penyelenggaraan Ibadah Haji, karena Haji menurut UU merupakan tugas nasional.

Walaupun saat ini pemerintah belum siap, menurut Lukman kemungkinan bisa terjadi diwaktu yang akan datang. Jika penyelenggaraan haji sudah matang sistem, regulasi, infrastruktur, dan hal lainnya, terbuka peluang bagi pemerintah untuk mengoperatori umrah.

“Sejauh ini, pemerintah merasa swasta melalui Penyelenggara Perjalan Ibadah Umrah (PPIU), relatif sudah memadai untuk menjalankan peran sebagai operator Umrah,” ujar Menag, pada Selasa (20/12).

Pada kesempatan itu pula, Menag yang didampingi Dirjen PHU Abdul Djamil dan Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, mempresentasikan secara detail hal ikhwal Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah Tahun 2016. Seperti hal-hal tekhnis terkait alur teknis perjalanan ibadah umrah, termasuk visa, kebijakan Pemerintah Indonesia, kebijakan Pemerintah Arab Saudi, dan lain sebagainya, diterangkan secara detail oleh Menag. Selain itu, Menag juga menerangkan mengenai biaya visa sebesar 2.000 riyal Saudi bagi masyarakat Indonesia yang melakukan umrah untuk kali kedua dalam rentang waktu satu tahun.

“Untuk umrah pertama, gratis. Kebijakan ini berlaku per 2 Oktober 2016/1 Muharram 1438H. Dan ini, kebijakan resmi Pemerintah Kerajaan Saudi sebagai pemegang Visa. Tahun ini, hingga Oktober, ada 818 ribu lebih jamaah umrah dari Indoensia,” ujar Menag.

Menag juga menjelaskan bahwa timnya telah bekerja sama dengan Bareskim Polri, telah menerbitkan ‘5 Pasti Umrah’, bahkan meluncurkan Aplikasi Umrah Cerdas. Hal ini dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi sedetail mungkin tentang hal ikhwal ibadah umrah, bahkan juga cara menyampaikan aduan jika ada masalah.

“Selain Umrah Cerdas, ada juga aplikasi yaitu Simpu, sebuah sistem penyambung informasi antara Kemenag dengan PPIU, Provider visa, dan seluruh instansi terkait umrah yang terkoneksi secara online, sebagai pusat kendali semua kegiatan umrah,” ujar Lukman. (Nis)

LEAVE A REPLY