Badan Dakwah Islam Medco Energi, Oase di Jantung Kota Jakarta

0
451
salah satu kegiatan sosial Badan Dakwah Indonesia Medco energy. (foto:dok)
salah satu kegiatan sosial Badan Dakwah Indonesia Medco energy. (foto:dok)

HAJIUMRAHNEWS – Siang itu, waktu sholat dzuhur belum tiba, namun sejumlah jamaah tengah khusyu duduk bersila. Tampak sekumpulan muslimah tengah mengikuti kajian bersama seorang ustadz. Tak berapa lama, setelah adzan berkumandang, masjid berpendingin itu telah disesaki jamaah.

Ya, tak dimungkiri lagi, geliat aktivitas kaum muslim di perkantoran kian meningkat. Bahkan keberadaan masjid di perkantoran kini tak sekadar digunakan untuk sholat wajib maupun Jumatan saja, tapi kegiatan keagamaan lainnya. Seperti yang digalakkan Badan Dakwah Islam (BDI), nama lain dari majelis taklim perkantoran yang ada di lingkungan PT Medco Energi Internasional (Medco Energi).

“Usai menunaikan ibadah sholat dzuhur, sebagian besar jamaah bergeser ke sisi kanan untuk mengikuti kajian yang digelar BDI, sekaligus memberikan kesempatan kepada karyawan lain yang akan menunaikan sholat,” ujar Kordinator Kajian BDI MedcoEnergi, Yudianto kepada Majalah Haji&Umrah beberapa waktu lalu.

Menurutnya, BDI merupakan suatu komunitas muslim yang aktif dalam kajian keagamaan, sosial dan pendidikan yang ada di perkantoran yang telah berdiri sejak 1999 lalu. Di sela-sela kesibukan sebagai seorang pekerja, pastinya ada orang-orang yang konsen dibidang keagamaan.

“Sebab sejatinya bekerja itu kewajiban, berdakwah juga penting. Nah dua hal ini tidak semua orang bisa melakukannya secara bersamaan, tapi hal itu justru menjadi motivasi bagi kami sebagai karyawan Medco Energi untuk melakukannya secara bersama dan seimbang,” kata Reservoir Geophysics Specialist lulusan Institut Teknik Bandung (ITB) ini.

Terlebih, lanjut Yudi, keberadaan BDI mendapat dukungan penuh termasuk pendanaan dari perusahaan sebagai bentuk pembinaan karyawan. Jadi, selama ini, BDI telah mampu memberikan warna kehidupan spiritual kaum muslim kantoran yang notabene selalu sibuk dengan kerjaan. Hal ini sejalan dengan misi dari BDI untuk membentuk insan pekerja yang bertakwa, memiliki pemahaman Islam yang kaffah dan beramal yang benar.

Adapun program kajian tengah dijalankan adalah kajian Al Quran setiap hari Senin selepas sholat dzuhur. Berikutnya kajian fiqih digelar saban hari Selasa di waktu yang sama. Selain itu ada kajian tematik secara bergantian seputar tafsir hadits, peradaban islam, ekonomi syariah dan formula hati. yang dihelat setiap Rabu. Sementara masih di waktu yang sama, pada hari Kamis, BDI secara rutin menggelar kajian spesial dengan menghadirkan ustadz ternama. “Jadi, kegiatan BDI di Masjid Yusuf ini berlangsung setiap hari kecuali hari libur,” katanya.

BDI juga memiliki program unggulan lainnya seperti pengembangan SDM lewat pendidikan dan pelatihan, kaderisasi, dan kursus bahasa Arab. BDI juga secara rutin menggelar santunan, beasiswa, buka puasa bersama yatim dan dhuafa, tabungan dan tebar qurban. Biasanya, aksi sosial itu lebih banyak dilakukan di daerah-daerah yang ada di sekitar yang dieksplorasi Medco Energi seperti Sumatera Selatan dan Kalimantan. “Alhamdulillah, untuk pendanaan, selain bersumber dari zakat, infak dan sedekah karyawan yang kami himpun, ada juga kucuran dana dari perusahaan,” ujarnya.

Di samping rutin menggelar bakti sosial, BDI juga, kata Yudi, kerap menggalang dana untuk korban bencana alam. Tak hanya membuka forum kajian keagamaan, dalam hal dakwah bilhaal, BDI memiliki program yang cukup unik yakni pembagian jilbab kepada kaum muslimah yang belum berhijab. Cara dakwah ini, kata Yudi, secara tidak langsung akan memengaruhi mereka untuk mencoba belajar menutup auratnya.

“Harapannya, dengan adanya BDI ini, secara ruhiah kita bisa terjaga, karena pastinya di lingkungan kerja sarat dengan godaan. Di samping itu, waktu untuk belajar Islam juga sangat terbatas. Selama ini mereka hanya sibuk bekerja, pun ketika tiba di rumah sudah kelelahan. Jadi, di sela-sela waktu istirahat itulah kita manfaatkan untuk meng-upgrade pemahaman umat tentang keagamaan,” ujar Yudi. (oji)

LEAVE A REPLY