Museum Bank Indonesia Tawarkan Fasilitas dan Program

0
808
Kepala Museum Bank Indonesia, Yoyok T Herlambang. (foto:HUN)
Kepala Museum Bank Indonesia, Yoyok T Herlambang. (foto:HUN)
Kepala Museum Bank Indonesia, Yoyok T Herlambang. (foto:HUN)

HAJIUMRAHNEWS–Siapa bilang museum hanya dijadikan tempat penyimpanan dan pameran barang-barang antik. Buktinya, museum dengan beragam fasilitasnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai program kegiatan. Tak terkecuali untuk wedding party.

Demikian disampaikan Kepala Museum Bank Indonesia, Yoyok T. Herlambang saat ditemui hajiumrahnews.com di Jakarta, pada Jumat (29/7).

Menurutnya, Museum Bank Indonesia terdiri dari empat bagian yakni ruang Jelalah, ruang Diskusi, ruang Ragam Interaktif dan ruang Galeri Budaya. Untuk ruang Jelajah, kata Herlambang, merupakan ruangan untuk edukasi kepada masyarakat terkait sejarah, fungsi dan tugas pokok dari Bank Indonesia. “Di tempat ini, pengunjung bisa mengetahui banyak soal krisis moneter yang pernah melanda Indonesia,” katanya.

Lalu ruang Diskusi berupa auditorium yang bisa dimanfaatkan untuk pelatihan, diskusi maupun meeting. Sementara untuk ruang Ragam Interaktif merupakan ruang yang digunakan sebagai sarana belajar budaya, seperti tradisi membatik dan yang lainnya. Dan yang berikutnya adalah ruang Galeri Budaya merupakan ruang pamer yang bisa digunakan juga oleh pihak luar untuk menggelar pameran foto atau sebagainya.

“Museum BI dengan bangunan tempo dulu selalu menjadi magnet bagi para pecinta budaya, termasuk untuk kegiatan resepsi, syuting video music maupun pelatihan dan rapat-rapat korporasi,” kata Herlambang.

Salah satu pihak yang ingin menjalin kerjasama dengan museum BI adalah Gaido Group. Dimana, kata Herlambang, antara pihaknya dan Gaido Group telah sepakat selain untuk turut kerjasasama secara bisnis, juga Gaido Group akan turut serta mengembangkan eksistensi museum melalui sejumlah anak perusahaannya.

“Mudah-mudahan lewat Gaido Group yang digawangi SDM yang penuh ide dan inovasi mampu memberi dampak positif bagi keberadaan museum pada umumnya, dan bagi museum BI khususnya,” imbuhnya. (hai)