Sistem Pendaftaran Haji Khusus Masih Mempersulit Jamaah

0
1093

photo-haji2015HAJIUMRAHNEWS – Sekjen Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Muharrom Ahmad menilai, sistem pendaftaran haji khusus yang diterapkan Kementerian Agama saat ini masih mempersulit calon jamaah dan penyelenggara ibadah haji khusus.

Kemenag masih menerapkan sistem pendaftaran haji khusus secara manual melalui finger print yang fasilitasnya hanya tersedia di tujuh provinsi di Indonesia.

“Sekarang semuanya sudah berbasis online, ada e-KTP, paspor juga bisa diurus secara online, bisa di manapun. Sementara pendaftaran haji khusus hanya bisa dilakukan di 7 provinsi. Ini mempersulit, tidak hanya jamaah, tapi juga PIHK,” kata Muharrom kepada hajiumrahnews.com di Jakarta, kemarin.

Padahal, menurut Muharrom, tidak semua jamaah haji khusus berasal dari kota-kota besar yang bisa dengan mudah mengakses Kantor Wilayah Kemenag yang terdapat fasilitas finger print tersebut.

“Ada juga jamaah haji khusus dari daerah-daerah dan desa-desa. Jadi birokrat ini malah mempersulit rakyat. Ini bertentangan dengan revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi,” kata dia.

Dia juga menilai, sistem pendaftaran haji khusus bahkan lebih efisien dibandingkan sebelumnya yang dilakukan oleh penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK).

“Sebelum ini dilakukan PIHK yang memang 80% berada di Jabotabek, jadi dengan sangat mudah dilakukan pendaftaran,” kata Muharrom. (nrd)

LEAVE A REPLY