Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1437H Jatuh Pada Rabu 6 Juli

0
602
Menag Lukman Hakim didampingi Dirjen Bimas Islam Nur Muhammadiyah dan Ketua MUI KH Makruf Amin menyampaikan hasil sidang isbat penetapan 1 Syawal 1437H, dalam konprensi pers di Kantor Kemenag Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (4/7) (foto:dok.ist)
Menag Lukman Hakim didampingi Dirjen Bimas Islam Nur Muhammadiyah dan Ketua MUI KH Makruf Amin menyampaikan hasil sidang isbat penetapan 1 Syawal 1437H, dalam konprensi pers di Kantor Kemenag Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (4/7) (foto:dok.ist)

HAJIUMRAHNEWS–Setelah melalui sidang isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin, Jakarta, akhirnya pemerintah menetapkan Hari Idul Fitri 1 Syawal 1437H jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016. Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam jumpa pers usai hasil sidang Isbat pada Senin, (4/7).

“Kami bersepakat berdasarkan laporan dalam sidang (Isbat) yang baru saja selesai, bahwa 1 Syawal 1437 H jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Menurut Lukman, penetapan tersebut dilakukan setelah mendengar laporan dari Tim Rukyah yang tersebar di 90 titik yang ada di Indonesia. Dalam kesempatan itu, kata Menag, semua tim melaporkan bahwa hilal belum tampak pada Senin petang ini atau di bawah ufuk, kecuali daerah Aceh dan Sumbar karena posisinya berada di paling Barat belum melaporkan hasil. Dengan demikian bulan Ramadhan diistikmalkan atau digenapkan menjadi 30 hari

“Disimpulkan hilal di bawah ufuk. Jadi besok hari Selasa, kita masih berpuasa. 1 Syawal jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016,” ucap Menag.

Sementara Ketua MUI Makruf Amin mengajak umat Islam untuk menjadikan momentum Idul Fitri 1437H yang dilaksanakan bersama menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara kita.

“Boleh saja kita berbeda dalam hal yang bersifat furuiyyah dan khilafiyan, tapi dalam hal yang sangat strategis hendaknya kita bisa bersatu,” ujar Makruf Amin.

Turut hadir dalam konprensi pers tersebut, Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, Ketua MUI Makruf Amin, Sekjen Kemenag Nur Syam, dan Dirjen Bimas Islam Machasin. (hai)