Banten Resto Siap Sajikan Angen Lada, Rabek dan Semur Daging Khas Banten

0
1120
Chef Ale dan tim kitchen Banten Resto foto bersama dengan Hj Mariah, konsultan untuk masakan tradisional khas Banten, Kamis (23/6) (foto:HUN)
Chef Ale dan tim kitchen Banten Resto foto bersama dengan Hj Mariah, konsultan untuk masakan tradisional khas Banten, usai uji masak tiga masakan Angen Lada, Rabek dan Semur Daging di dapur Banten Resto, Tangerang Selatan, Kamis (23/6) (foto:HUN)

HAJIUMRAHNEWS – Dalam rangka menciptakan cita rasa masakan tradisional khas Banten yang sesungguhnya, para chef di Banten Resto mengikuti cooking class dengan menghadirkan seorang konsultan langsung dari Banten.

Dalam kesempatan itu, para juru masak Banten Resto langsung uji dapur masak Angen Lada, Rabek dan Semur Daging yang diajari oleh Mariah, warga asli Banten yang memang jago dan mengerti betul soal masakan khas Banten.

Demikian disampaikan Chef Ale, kepada hajiumrahnews.com usai mengikuti uji dapur bersama tim kitchen Banten Resto, di Tangerang Selatan, Kamis (23/6).

Menurutnya, dengan adanya cooking class ini, pihaknya semakin yakin dan paham soal masakan tradisional khas Banten. “Sebelumnya saya sudah mendengar dan tahu seperti apa itu masakan Angen Lada, Rabek dan Semur Daging. Dengan adanya pelatihan ini saya dan tim tentu jadi makin tahu, yang ternyata Angen Lada itu bisa juga menggunakan daging, begitu pula dengan Rabek,” kata Chef Ale.

Dan memang, lanjut Chef Ale, Banten Resto menyuguhkan tiga jenis masakan tersebut. Terlebih menghadapi musim lebaran nanti. “Dan memang sengaja kami menggunakan daging Kerbau, karena biasanya orang Banten lebih suka daging Kerbau,” lanjutnya.

Hj Mariah tengah mendampingi Chef Ale dan tim juru masak Banten Resto menyelesaikan uji masak tiga masakan tradisional khas Banten
Hj Mariah tengah mendampingi Chef Ale dan tim juru masak Banten Resto menyelesaikan uji masak tiga masakan tradisional khas Banten

Hal ini dibenarkan Mariah, bahwa orang Banten biasanya lebih memilih daging Kerbau. Dan terkait acara uji masak kali ini, Mariah menilai tim kitchen dari Banten Resto sudah bisa menyajikan tiga jenis masakan sama dengan aslinya. “Walaupun kali ini semuanya menggunakan daging, padahal kalau Angen Lada itu biasanya orang Banten memanfaatkan tulang, tetelan, atau jeroan, tapi di sini kita semua pakai daging,” katanya.

Chef Ale menambahkan, Banten Resto segera akan menyuguhkan ketiga masakan khas Banten yang paling diminati tersebut untuk para pecinta kuliner. “Angen Lada, Rabek dan Semur Daging merupakan masakah tradisional khas Banten yang sempat dilupakan kini kita sajikan di Banten Resto,” ujar Chef Ale.

Banten Resto merupakan restoran tradisonal yang ada di Banten yang sudah terkenal akan kelezatannya serta kehalalannya. Banten restaurant digawangi oleh seorang chef yang sangat berpengalaman.

Restoran yang bermula berada di kawasan Baduy Outbound itu baru saja melakukan Soft Opening gerai keduanya di Jalan Pamulang II No. 5 B-C Tangerang Selatan. Akses menuju tempat ini sangat mudah karena berada di dekat kantor walikota Tangerang Selatan.

Banten Resto memiliki ruangan yang nyaman dan luas, di tempat ini juga disediakan ruangan untuk para pengunjung yang akan  merayakan pesta ulang tahun, acara tasyakuran, acara reuni dan lainnya.

Di tempat ini juga disediakan ruang VIP dan VVIP untuk acara meeting dan dialog.  Layanan dan fasilitas pun sangat lengkap seperti bacdrop, layar infokus serta jaringan internet dan para waitress yang ramah.

Menurut Chef Ale, restoran ini menjadi ikon kebanggaan masyarakat Banten yang bermula dari restoran biasa hingga menjadi restoran kebanggan kelas dunia. Makanan yang disajikan oleh restoran ini selain nikmat dan bergizi, juga menjadi salah satu restoran di dunia yang semua bahan baku diolah dan dihasilkan dari kawasan Baduy Outbound seluas 12 hektar, seperti beras, sayur-mayur, ikan, ayam, serta rempah-rempah yang langsung dipanen dilokasi. (hai)