Penertiban Travel Umrah, Kemenag Garap Jabar

0
1305
Wadir Reskrimum Polda Jabar Riky Haznul (nomor dari kanan) usai audiensi dengan Kasubdit Pembinaan Umrah Ditjen PHU Kemenag Arfi Hatim (kanan), Kasubag Informasi Haji dan Umrah Affan Rangkuti (paling kiri) dan Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jabar Ajam Mustajam di Mapolda Jabar.
Wadir Reskrimum Polda Jabar Riky Haznul (nomor dari kanan) usai audiensi dengan Kasubdit Pembinaan Umrah Ditjen PHU Kemenag Arfi Hatim (kanan), Kasubag Informasi Haji dan Umrah Affan Rangkuti (paling kiri) dan Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jabar Ajam Mustajam di Mapolda Jabar.

HAJIUMRAHNEWS –  Penertiban travel umrah tak berizin terus dilakukan Kementerian Agama (Kemenag). Rabu hingga Kamis ini (20-21/4), Kemenag menggarap Provinsi Jawa Barat (Jabar) terkait upaya penertiban tersebut dengan menggandeng Kanwil Kemenag Jabar dan Polda Jabar.

Kemenag pusat yang diwakili Kasubdit Pembinaan Umrah Ditjen Penyelenggaran Haji dan Umrah Kemenag Arfi Hatim dan Kasubag Informasi Haji  dan Umrah Affan Rangkuti bersama Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jabar Ajam Mustajam hari ini mendatangi Markas Polda Jabar untuk melakukan koordinasi terkait rencana penertiban travel umrah bodong.

Di Mapolda Jabar, mereka menemui Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) AKBP Suryadi dan Wadir Reskrimum AKBP Riky Haznul. Kepada pejabat Polda Jabar tersebut, Arfi Hatim mengatakan kedatangannya bersama Kabid untuk menindaklanjuti MoU yang sudah ditandatangani antara Polri dan Kemenag soal penertiban travel umrah ilegal yang banyak melakukan penipuan kepada calon jamaah.

“Persoalan travel umrah nakal ini sudah luar biasa, karena terjadi di seluruh Indonesia, salah satunya Jabar. Banyak laporan penipuan oleh penyelenggara tidak berizin,” kata Arfi dalam acara audiensi dengan pejabat Polda Jabar yang juga dihadiri Majalah Haji&Umrah (MHU) dan hajiumrahnews.com.

Berdasarkan laporan yang masuk ke Kemenag pusat, kata dia, sejak awal musim umrah sampai saat ini tercatat sudah ada 10.790 calon jamaah yang tertipu oleh penyelenggara umrah nakal. Kebanyakan mereka tertipu karena tawaran umrah murah dari travel umrah bodong.

“Mereka hanya modal janji-janji dan semata-mata untuk mengumpulkan uang masyarakat dan tidak berniat memberangkatkan jamaah. Kalau kita tidak bergerak dari sekarang, ini akan jadi bom waktu,” tutur Arfi.

Sebab itu, menurut dia, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi 5 pasti umrah ke daerah-daerah agar masyarakat terhindar dari penipuan berkedok haji dan umrah.

Sampai saat ini, jumlah travel Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang tercatat di Kemenag mencapai 649 perusahaan. Di Jabar, jumlah PPIU ada sekitar 89 perusahaan.

“Kenyataan di lapangan banyak penyelenggara yang tidak berizin. Kalau merujuk UU No 13 Tahun 2008, hukuman untuk pelaku penipuan haji dan umrah ini adalah kurungan penjara 4 tahun dan denda maksimal Rp 500 juta,” ujar Arfi.

Sementara itu, Kasubag Informasi Haji  dan Umrah Affan Rangkuti mengingatkan kembali salah satu isi dalam MoU yang diteken Kemenag dan Kapolri tahun 2013 bahwa Kanwil-Kanwil Kemenag bersama Polda setempat diharapkan segera membentuk Tim Khusus Penegakan Hukum (Timsusgakum).

“”Kami harapkan juga di Jabar ini bisa segera menindaklanjuti MoU tersebut dengan membentuk Timsusgakum,” kata Affan dalam audiensi tersebut.

Setelah menemui pejabat Polda Jabar, Tim Kemenag, Kamis (21/4) besok dijadwalkan melakukan sidak ke sejumlah travel tak berizin di Bandung. (nrd)

LEAVE A REPLY