BREAKING NEWS – Sampai Malam Ini, 6.450 Jamaah Umrah Tertunda Berangkat

16
49715

jamaah umrah di bandaraHAJIUMRAHNEWS – Sampai Senin malam ini (4/4) setidaknya ada sekitar 6.450 calon jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya akibat persoalan sticker visa.

Jumlah jamaah tersebut yang tercatat di empat asosiasi penyelenggara umrah, yakni Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) sebanya 3.000 orang, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) 2.000 orang, Kesatuan Tour Travel Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) sekitar 1.000 orang dan Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound  Indonesia (Asphurindo) sekitar 450 orang.

Sekarang para jamaah ini banyak yang menunggu di Bandara Soekarno-Hatta,” tutur H Muhammad Hasan yang mewakili Himpuh usai bersama wakil dari tiga asosiasi umrah lain melakukan pertemuan dengan Dirjen PHU Abdul Djamil dan Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis di Kantor Kemenag, Senin sore (4/4).

Menurut Hasan, inti dari pertemuan tersebut adalah untuk meminta bantuan kepada Ditjen PHU bahwa tertundanya keberangkatan para jamaah umrah tersebut bukan karena ketidakprofesionalan travel Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), tapi karena ada force majeur yaitu masalah sticker visa di Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA).

Para penyelenggara juga meminta Ditjen PHU untuk membantu PPIU sebagai pelaksana agar tidak dicap tak mampu menyelenggarakan perjalanan umrah. Selain itu juga Kemenag diharapkan membantu pihak terkait seperti penerbangan agar tidak membuat tiket umrah hangus karena penundaan tersebut.
“Kami juga meminta Ditjen PHU untuk membuat surat kepada kedutaan agar tidak terjadi kembali di kemudian hari serta membuat surat kepada maskapai penerbangan agar tidak mengenakan tindakan yang tidak wajar. Surat itu di tembuskan kepada Kementrian perhubungan,” tutur Muhammad Hasan yang juga ketua bidang umrah dan wisata muslim Himpuh.

Setelah pertemuan itu,  Dirjen PHU memberikan nasehat agar asosiasi tidak terlalu tegas dengan Kedutaan Besar Saudi Araia (KBSA) karena adanya kepentingan haji dan umrah. “KBSA memiliki hak khusus tentang pengeluaran visa,” tutur Dirjen Abdul Djamil dalam pertemuan itu.

Dia meminta Himpunan Penyelenggara umrah ini juga diminta untuk menyampaikan kepada media terkait persoalan ini. “Kami juga akan langsung berkoordinasi dengan penerbangan,” kata Dirjen PHU. (nrd)

16 COMMENTS

  1. Alhamdulillah kemarin bisa berangkat tapi di pesawat sepi penumpang tidak sampai 50 orang, semoga diberi kesabaran buat saudara saudaraku

  2. Semoga segera diberikan jln keluar dan segera diberangkatkan ke Tanah suci.Pemerintah dan pihak2 terkait wajib segera membantu kelancaran nya.

  3. Semoga Allah segera, mengabulkan doa jamaah Umroh, smg stiker segera diterima oleh biro biro pelaksana Umroh dan jamaah segera dpat melaksanakan ibadah umroh

  4. aamiin yra..smg ada hikmah yg bs diambil. sll bersyukur dan bersabar. luruskan niat. smg Allah mberi kmudahn dan klncaran. bs sgr brgkt ibadah. rencana Allah yg plg baik.

  5. smg dberi kmudahan dan kelancara. sll bersyukur dan bersabar kpd Allah..bertawakal. rncsna Allah yg terbaik. smg bs sgra berangkat k baitulloh. aamiinYra

  6. Kalau sudah jadi Masalah baru teriak .. Minta Tolong pemerintah, Kalau Untung pada diam diam. Minta maskapai penerangan untuk tidak melakukan tindak yg tidak wajar?? Yg minta Tolong ini yg tidak wajar. Maskapai penerbangan pasti mengikuti peraturan sesuai kelas ticket nya.. Masa ga ngarti!!! mudah mudahan calon Umroh dapat berangkat semua Dan pelaku penyelenggara mau bertanggung Jawab. Dengan memberangjatksn calon Umroh.

  7. Carilah trevel yg bisa seperti Arminareka perdana, yg bisa jd provider visa, sblm ada jamaah yg dftr, visanya sudah siap/sudah ada (di jatahkan dr saudi arabia, 1th 10.000 jamaah yg dftr)

  8. semoga tidak terulang, lagi, dirjen PHU harus mencari cara, jangan repot saat kejadian, namun kedepannya ada langkah antisipasi dan alternatif jika tidak terhindarkan

LEAVE A REPLY