Menyusuri Wisata Religi Lombok yang Elok

0
1139

Masjid KunoHAJIUMRAHNEWS – Tak dimungkiri, Indonesia memiliki banyak destinasi religi. Satu diantaranya Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Wajar, jika Lombok yang berjuluk Pulau Seribu Masjid itu masuk dalam daftar destinasi wisata syariah. Sebab, selain terdapat lebih dari lima ribu masjid, deburan ombak dan hamparan pasir putih yang elok membuat Lombok begitu memikat.

Lombok yang masuk sebagai tujuan wisata syariah terus berbenah. Gugusan pulau yang berlokasi di sebelah timur Pulau Bali ini menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan daerah terpenting. Tak jarang, Lombok menjadi destinasi para wisatawan berikutnya setelah Bali. Potensi wisata Lombok tak kalah eloknya dari Bali.

Selain keindahan pantai yang ditawarkan tiga pulau Gili atau pemandangan indah yang disuguhkan Gunung Rinjani, Lombok juga memiliki destinasi religi yang tak pernah sepi. Beberapa tujuan wisata religi itu tidak lepas dari peran jejak perjalanan penyebar agama Islam di Lombok. Walau ada pula yang dikaitkan dengan cerita rakyat setempat. Diantaranya Masjid Kuno Gunung Pujut, Makam Loang Baloq, Makam Batu Layar, Wali Nyatoq, dan yang lainnya. Tak terkecuali, destinasi lainnya di Lombok yang ditunjang dengan berbagai kebutuhan kaum muslim.

Makam Loang Baloq

Kawasan ini tak jauh berbeda dengan komplek pemakaman umum. Hanya saja, ada tiga makam yang dikeramatkan, salah satunya dinamai Loang Baloq. Loang Baloq bukanlah nama seorang tokoh, tapi diambil dari bahasa Sasak yang berarti pohon Beringin yang berlubang –yang usianya sudah ratusan tahun. Makam itu berada di dalam lubang besar yang terbentuk dari akar-akar pohon tersebut.

Di kompleks Makam Loang Baloq itu terdapat makam Syeikh Gaus Abdurrazak, makam seorang anak yatim dan makam Datuk Laut. Pemakaman ini tak jauh dari kawasan wisata Pantai Tanjung Karang, Ampenan yang ada di seberangnya. Deburan ombak yang menggulung serta semilir angin laut menambah kesakralan dari kompleks Makam Loang Baloq yang dikeramatkan masyarakat setempat. Meski makam itu telah dikelilingi batang dan akar pohon yang menjuntai, tapi terdapat pintu masuk. Di samping pintu masuk tersedia mushola.

Makam Keramat Batu Layar

Makam Keramat Batu Layar yang berada di kawasan Pantai Senggigi, berjarak sekitar 10 kilometer dari Kota Mataram. Setiap tahunnya, kawasan menjadi pusat kegiatan Lebaran Topat. Sebuah perayaan yang dilangsungkan seminggu setelah Idul Fitri atau setelah umat Islam melaksanakan puasa sunnah selama 6 di bulan Syawal –yang dimulai sehari setelah Idul Fitri.

Berdasarkan keterangan Makam Batu Layar merupakan tempat dimakamkannya penyebar agama Islam di Lombok pada zaman Kerajaan Selaparang, sekitar abad ke-16. Tokoh itu bernama Sayyid Duhri Al Haddad Al Hadrami yang berasal dari Baghdad. Bagi masyarakat Lombok, momen Lebaran Topat dan kompleks Batu Layar kerap dijadikan sebagai pelaksanaan membayar nadzar.

Tak sedikit diantara para pelancong yang menyempatkan diri ziarah ke Makam Batu Layar. Begitu pula sebaliknya, seusai berziarah, para peziarah melanjutkan rekreasi ke Pantai Sengggigi. Pasalnya, lokasi komplek makam yang ada di atas bukit menghadap ke pantai Senggigi, hanya dibatasi jalan raya.

Wali Nyatoq dan Masjid Tua Rembitan

Inilah tokoh waliyullah yang sangat melegenda di Pulau Lombok. Terlebih bagi masyarakat Lombok Tengah. Nyatoq artinya nyata, karena masyarakat setempat meyakini bahwa wali Nyatoq benar-benar seorang wali. Terletak di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah yang berjarak sekitar 49 kilometer dari Kota Mataram.

Lokasi Makam Wali Nyatoq tak jauh dari masjid tua Rembitan. Keberadaan masjid tua Rembitan ini diduga semasa dengan masjid tua Bayan dan masjid tua Pujut. Sebab, tampak dari fondasi bangunan ketiga masjid tua itu yang menggunakan tanah. Pun dengan ciri khasnya yakni tali temalinya menggunakan bahan ijuk dan tali saot, sejenis akar gantung pada tumbuhan hutan. Atap Masjid tua Rembitan berbentuk atap tumpang dan tanpa serambi.  Dalam Babad Lombok disebutkan bahwa agama Islam masuk ke Lombok dibawa Sunan Prapen, putra Sunan Giri dari Gresik.

Berdasarkan cerita rakyat, konon tokoh wali nyatok itu memiliki 33 nama. Lantaran di setiap desa atau kampung disinggahinya, ia disebut dengan nama yang berbeda-beda. Salah satunya Sayyid Abdullah, gelar inipun diperoleh setelah beliau meninggal dunia. Tidak ada keterangan yang jelas dari mana ia berasal. Hanya saja, keberadaannya di Rembitan kerap dikaitkan dengan masjid tua Rembitan.

Masjid Kuno Gunung Pujut

Meski sudah tidak lagi dipakai, Masjid Kuno Gunung Pujut tetap menjadi destinasi wisata religi dan sejarah yang selalu ramai. Terletak di sebuah bukit, di Desa Sengkol, Pujut, Lombok Tengah. Masjid ini berukuran 8,6 x 8,6 meter terbuat dari bambu dengan atap alang-alang. Tiang penyangga utamanya ada empat buah ditambah tiang penyangga sebanyak 28 tiang, sekaligus berfungsi sebagai tempat menempelkan dinding. Dulu, bangunan masjid ini pernah digunakan para pedewa sebagai sarana kegiatan ritual bagi penganut ajaran Wetu Telu. Tapi kini sudah tidak lagi.

Tentunya selain lokasi yang menjadi tujuan ziarah, Lombok memiliki kawasan wisata yang ramah bagi umat Islam. Sebab, bukan hanya berjuluk pulau seribu masjid, secara keseluruhan wilayah Nusa Tenggara Barat masuk dalam 9 daerah wisata syariah.

Kawasan wisata Gunung Rinjani yang menjadi ikon wisata Lombok adalah destinasi favorit. Di gunung setinggi lebih dari 3.700 meter di atas permukaan laut itu terdapat kawasan wisata Danau Segara Anak. Selain itu ada juga Taman Narmada yang menjadi replika dari Gunung Rinjani. Lalu Air Terjun Sendang Gile –yang  menjadi pintu masuk awal pendakian Gunung Rinjani— menjadi kawasan wisata yang acap dikunjungi, meski untuk mencapainya harus menaiki 200 anak tangga.

Lombok juga terkenal dengan Pantai Senggigi yang mirip dengan Pantai Kuta di Bali. Atau Gili Trawangan, sebuah pulau terbesar dari kelompok gugusan pulau trio gili yang terkenal bagi para backpacker. Dan masih banyak lagi destinasi wisata pantai yang elok di Pulau Lombok. (Hayat Fakhrurrozi)