Menyusuri Pesona Kudus Lewat Menara Kudus

0
1153

menara kudusHAJIUMRAHNEWSNama Kudus diambil dari kata Al-Quds, sebuah nama yang disematkan oleh penyebar agama Islam di tanah Jawa, Sunan Kudus. Julukan kota suci (kudus) kala itu sudah sangat terkenal di bumi Jawa, bahkan seantero nusantara sebagai pusat penyebaran agama Islam.

Dengan luas wilayah hanya 42.516 hektar, Kudus merupakan kabupaten terkecil di Propinsi Jawa Tengah yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa. Keberadaan Masjid Menara Kudus dengan arsitektur yang indah di kota itu menjadi sebuah monumen peradaban masa lalu dan pusat spiritual Islam hingga kini.

Selain menara terbuat dari batu bata merah sebagai ikonnya, kota Kretek ini memiliki sejumlah obyek wisata syariah yang patut dikunjungi. Di antaranya Masjid Menara Kudus, Makam Sunan Kudus, Makam Sunan Muria, Desa Wisata Colo, dan masih banyak lagi.

Masjid Menara Kudus

Inilah ikon kota Kudus yang dibangun tahun 1549 (956H) oleh Sunan Kudus, salah seorang Walisongo. Dengan bentuknya yang mirip candi-candi era Majapahit hingga Singsari, Menara Kudud merupaan hasil akulturasi budaya Hindu-Jawa dan Islam. Inilah monumen yang berdiri di masa transisi dari akhir kerajaan Majapahit ke zaman kerajaan Islam Demak.

Dalam sebuah catatan menyebutkan Masjid Menara Kudus, juga dinamai dengan Masjid Al-Aqsha atau Masjid Al-Manar. Konon, peletakan batu pertama pembangunan masjid yang terletak di Desa Kauman ini menggunakan batu yang dibawa dari Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) di Palestina. Karena memang, Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Shadiq) merupakan penyebar agama Islam yang lahir dan berasal dari Al Quds, Palestina. Bersama kakek dan ayahnyalah, keturunan ke- 24 Rasulullah SAW ini hijrah ke tanah Jawa.

Masjid ini dilengkapi dengan lima buah pintu besar masing-masing ada di sisi kanan dan kiri. Ada empat buah jendela dan di dalam masjid terdapat delapan buah tiang kayu jati. Di komplek masjid terdapat pancuran delapan pancuran yang digunakan untuk wudhu. Konon delapan dan keberadaan arca pada pancuran tersebut merupakan hasil akulturasi ajaran budha Asta Sanghika Marga(Delapan Jalan Kebenaran). Dan masih di komplek masjid, terdapat Makam Sunan Kudus

Sementara bangunan Menara masjid yang menjadi ikon Kudus itu berdiri setinggi 18 meter dengan bagian dasar berukuran 10 x 10 meter. Di sekeliling bangunan batu bata merah tanpa perekat semen itu dihiasi 32 piring bergambar. Dua puluh buah diantaranya berwarna biru bergambar masjid, manusia dengan unta dan pohon kurma. Sisanya berwarna merah putih berlukiskan kembang. Di pucuk atap terdapat mustaka (kepala) seperti pada puncak tumpang bangunan utama masjid-masjid tradisional di Jawa. Tentu bentuk ini merujuk pada unsur arsitektur Jawa-Hindu.

Makam Sunan Muria

Selain Masjid Menara Kudus dan Makam Sunan Kudus yang ada di dalam kawasan masjid tersebut, di Kudus juga terdapat Makam Sunan Muria. Makam Sunan Muria atau nama aslinya Syeikh Raden Umar Sai’d ini berada di Desa Colo di kawasan lereng Gunung Muria. Untuk mencapai makam yang berada dalam komplek Masjid Sunan Muria ini, Anda harus menaiki ratusan anak tangga dari pintu gerbang.

Di kawasan ini, Anda akan menyaksikan beberapa peninggalan Sunan Muria, seperti bangunan masjid beratap joglo bertingkat tiga dan beratap kayu sirap. Pun dengan bangunan lama seperti mihrab, pondasi empat soko masjid atau ‘umpag’ dan sebuah bedug buatan 1834 akan Anda ditemui di lokasi ini. Kompleks makam Sunan Muria ini hanya berjarak 18 kilometer dari pusat kota.

Desa Wisata Colo

Di kawasan Gunung Muria, selain menziarahi Makam Sunan Muria, Anda juga bisa menikmati alam pegunungan sekaligus jalan-jalan ke Desa Wisata Colo. Terletak di ketinggian 1.602 meter di atas permukaan laut, desa wisata ini cocok jadi tujuan rekreasi keluarga. Di kawasan ini pula Anda bisa menikmati keindahan alam berupa air terjun Monthel. Sebuah air terjun setinggi 25 meter yang bisa ditempuh hanya setengah jam perjalanan kaki dari kawasan wisata Colo.

Gua Jepang

Selagi ke Kudus dan masih di kawasan lereng Gunung Muria, bagi Anda penikmat wisata sejarah, sebaiknya jangan melewatkan Gua Jepang. Sebuah gua peninggalan masa penjajahan Jepang yang dijadikan tempat perlidungan tentara Jepang semasa Perang Dunia II. Panjang gua sekitar 100 meter dan berdiameter sekitar dua meter. Untuk menuju Gua Jepang ini membutuhkan waktu tempuh satu jam perjalanan dari kawasan wisata Colo.

Jadi, bagi Anda yang tengah singgah di kota Kudus –yang luasnya hanya 42.516 hektar— Jawa Tengah, rasanya tak lengkap bila tidak berziarah ke Makam Sunan Kudus yang berada di dalam komplek Masjid Menara Kudus. Biasanya, masjid ini penuh sesak peziarah pada saat jelang bulan suci Ramadhan. Di Kudus, Anda juga bisa berziarah ke Makam Sunan Muria yang ada di kawasan pegunungan Muria, sekaligus menikmati wisata alam yang ada di lereng gunung tersebut. (firman)