Kyai Anang Rikza Masyhadi: Membina Generasi Siap Pakai

0
1447

Kyai AnangHAJIUMRAHNEWS -Menjadi pengasuh sekaligus pemimpin sebuah pondok pesantren adalah cita-cita sejak belia. Tahun 1991, ia dikirim orang tua untuk nyantri di Pondok Modern Gontor, Ponorogo. Kala itu, orangtua tak sekadar mengirimnya ke pondok, tapi selalu memotivasinya agar kelak bisa mendirikan pondok pesantren modern di kampung halamannya. Dan di tahun 2009, ia berhasil mendirikan Pondok Pesantren Modern Tazakka di tanah kelahirannya, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Dialah Anang Rikza Masyhadi, kyai muda kelahiran Batang, 18 Oktober 1976 ini selain aktif berdakwah, hari-harinya sibuk mengasuh para santri. Usai menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir tahun 2008, ia bersama keluarga dan sekitar delapan alumni Gontor merintis pendirian pesantren. Tepat 15 Ramadhan di tahun 2009, momen buka puasa bersama dijadikan sarana untuk mengumpulkan kaum muslim, sekalian menyampaikan rencana pendirian pesantren. Di luar dugaan kala itu hadir sekitar 1.300 orang.

Tak sekadar membuatnya kewalahan, masyarakat pun malah memintanya untuk diadakan lelang wakaf. Dalam sekejap terkumpul dana sekitar Rp 970 juta. Sebagian dalam bentuk tunai sebagian lagi dalam bentuk komitmen berwakaf yang akan dibayar dengan cara diangsur. Dan kini, setelah empat tahun berdiri, aset wakafnya sudah mencapai Rp 15 miliar. “Di pesantren inilah kami menyiapkan generasi masa depan yang baik, agar siap pakai di semua lini kehidupan, dan insya Allah siap memimpin,” kata putra dari Anta Masyhadi dan Susmiyati ini.

Selain sibuk mengasuh santri, kyai muda yang menyelesaikan program magister Kajian Timur Tengah di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta ini mendirikan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Memang, awalnya hanya memberikan materi manasik di pengajian khusus haji, tapi lama kelamaan jamaah memintanya membentuk KBIH. “Itulah awal keterpanggilan kami untuk membenahi dan meningkatkan kualitas ibadah haji. Sebab, selama ini jamaah haji kita minim pengetahuannya tentang filosofi ibadah hajidan umrah,” kata Anang yang dipercaya menjadi salah satu pembimbing haji dan umrah di Gaido Travel ini.

Karena itu, dalam setiap kesempatan manasik bimbingan haji maupun umrah, ia selalu berpesan bahwa bekal takwa itu yang paling pokok. “Jadi harus dimantapkan dan diluruskan betul niatnya. Selain itu bekal ilmu khususnya terkait dengan ibadah haji dan umrah,” kata kyai Anang yang menjadikan manasik haji sebagai bagian materi utama di pesantrennya.

Sebagai bagian dari pembina umat, Anang sadar bahwa dipundaknya ada tanggungjawab yang besar untuk mencerahkan kehidupan keagamaan di negeri ini. Karena itu, ia kerap mengingatkan para ulama bahwa mereka itu, mundzirul qaum. “Artinya, jika dianalogikan, satu batang korek api itu bisa untuk menyalakan lilin, membakar kertas, bahkan membakar hutan. Nah, peran ulama bisa diandaikan seperti korek api itu, bisa membakar keimanan umat,” ujar suami dari Eva Maria Ulfa ini. (haifa)

LEAVE A REPLY